Apa sih Mobil Ambulance itu? Kok punya Hak Nyerobot-nyerobot Lalu Lintas

Tuesday, October 2nd 2018. | Berita

Ambulans adalah kendaraan yang dilengkapi peralatan medis untuk mengangkut orang sakit atau korban kecelakaan[1]. Istilah “Ambulans” digunakan untuk menerangkan kendaraan yang digunakan untuk mempunyai peralatan medis kepada pasien di luar tempat tinggal sakit atau memindahkan pasien ke tempat tinggal sakit lain untuk perawatan lebih lanjut. Secara eksterior, kendaraan ini dilengkapi bersama dengan sirene dan lampu rotator darurat (biasanya berwarna merah atau merah biru) supaya sanggup menembus kemacetan lantas lintas.

Kendaraan ini merupakan salah satu prioritas di lantas lintas tidak cuman Pemadam kebakaran yang miliki hak untuk melanggar peraturan lantas lintas seperti menerobos lampu merah, melawan arah, dan melalui lajur bahu jalan, dan telah dijelaskan di dalam Undang-Undang Perlalulintasan bahwa kendaraan seperti Ambulans dan kendaraan kronis darurat yang lainnya harus diberi kenyamanan dan diberi lintasan untuk di jalur raya fungsi menyelamatkan nyawa.

Di Indonesia, Ambulans kebanyakan berasal dari macam-macam instansi, seperti Ambulans Rumah sakit pemerintah atau swasta, Ambulans Paramedis, Ambulans PMI, Ambulans Puskesmas, Ambulans Pemadam kebakaran, Ambulans Klinik, dan Ambulans SAR/Basarnas. Di negara-negara maju lebih-lebih tersedia Ambulans Helikopter dan Karoseri Ambulance Pesawat untuk umum.

Tulisan “AMBULANCE” yang terbalik di depan kendaraan ini tujuanya supaya pengemudi kendaraan didepan ambulans sanggup membaca tulisan “Ambulance” dari kaca spion untuk sanggup memberi laluan di jalan.

Hak Ambulans di Lalu-lintas

Sebagaimana diatur di dalam Pasal 134 UULLAJ jo Pasal 65 ayat (1) PP 43/1993 cocok rangkaian berikut:

a. Kendaraan pemadam kebakaran yang tengah melakukan tugas;

b. Ambulans yang mengangkut orang sakit;

c. Kendaraan untuk menambahkan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas;

d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;

e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing dan juga lembaga internasional yang menjadi tamu negara;

f. Iring-iringan pengantar jenazah; dan

g. Konvoi dan/ atau Kendaraan untuk keperluan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dari penjelasan tersebut, diprioritaskan kendaraan-kendaraan yang telah disebut untuk diberi laluan safe dan cepat di jalur raya. Ketentuannya yaitu:

Ambulans, Pemadam Kebakaran, dan Kendaraan Polisi yang tengah membunyikan sirene dan lampu-lampu di jalanan harus diberi jalur dan lintasan safe fungsi hingga pada target bersama dengan selamat, dimana pengemudi lainya harus minggir ataupun berhenti di pinggir jalur dan beri laluan aman.
Ketiga kendaraan darurat selanjutnya mempunyai keunggulan untuk sanggup melanggar rambu-rambu lalulintas seperti melawan arus lalu-lintas, menerobos lampu merah, melalui jalur busway, dan seterusnya pada kondisi darurat dan tidak boleh di ganggu oleh pengemudi lainya.
Seluruh pengemudi lalu-lintas yang lihat dan mendengar sirene atau lampu-lampu dari kendaraan darurat selanjutnya harus mengusahakan memberi jalur meskipun pada kondisi kemacetan lalulintas. Jika tidak memungkinkan, pengemudi harus mengusahakan semaksimal bisa saja untuk minggir dan memberi jalan.
Dilarang keras menghadang, mengabaikan, dan mengganggu perjalanan ketiga kendaraan darurat selanjutnya di dalam melakukan tugas untuk menyelamatkan nyawa.
Selain keperluan tertentu, dilarang membuntuti atau mengikuti ketiga kendaraan darurat selanjutnya di dalam melakukan tugas fungsi melalui kemacetan atau cari jalur cepat, karena sanggup membahayakan dan menyelakai kendaraan darurat selanjutnya kecuali berjalan rem mendadak, dll.