Tong Sampah dan Pemilahan Sampah: Antara Jerman VS Indonesia

Saturday, August 25th 2018. | Berita

Berita soal Pemprov DKI membeli tong sampah buatan Jerman masih menajadi perhatian penuh netizen Indonesia. Apa alasan khusus kenapa Indonesia membeli tong sampah dari Jerman? Apa menariknya tong sampah tersebut?

Tong sampah ini memiliki merk yaitu Weber. Dibuat asli dari Jerman langsung dan dibeli oleh Pemprov DKI Jakarta.

Kini tong sampah Weber sedang dalam perbincangan netizen Indonesia.

Melalui sumber dari e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), menyebutkan kalauu satu tong sampah Weber ini memiliki ukuran 660 liter. Harga untuk satu tong sampah yaitu mencapai 253,62 dolar AS atau setara 3,6 juta rupiah.

Saat ini jumlah tong sampah Weber sebanyak 2640 unit. Maka berapa dana yang dikeluarkan Pemprov DKI untuk membeli sebanyak itu?

Warna tong sampah Weber bervariasi dan masih-masing memiliki fungsi, salah satunya untuk membedakan sampah organik dan non organik. Jika kamu datang ke perumahan Jerman, kamu akan menemukan banyak sampah Weber dengan variasi warna. Ada biru, kuning, hitam, hijau, dan cokelat.

Apa yang membedakan?

Kamu jadi tahu sampah jenis apa yang harus kamu buang di tong sampah yang mana. Jadi sampah organik dan non organik dinjurkan untuk tidak dimasukkan secara asal ke tong sampah weber.

Tong sampah biru untuk menampung sampah-sampah dari kertas, koran, atau karton.

Tong sampah kuning untuk menampung sampah-sampah dari botol susu, kaleng minuman, hingga botol sabun.

Tong sampah berwarna hitam untuk menampung jenis sampah dapur seperti yang berhan kertas atau kain seperti serbet.

Sedangkan tong sampah hijau atau coklat hanya dikususkan untuk menampung sampah organik saja, seperti kulit buah, sayur atau daging.

Melihat sedemikian rincinya pemilihan sampah yang diterapkan oleh Jerman, mungkin ke depannya Indonesia akan diarahkan seperti Jerman dalam mengolah sampah. Jadi bukan membedakan 2 jenis saja sampah organik dan non organik saja, tetapi lebih dari itu.

Memang sih Jerman tidak sembarangan dalam membuang sampah. Mereka bahkan memiliki tempat sampah khusus untuk kertas tisu atau tempat sampah khusus untuk botol beling.

Kami masih berharap hingga sekarang, semoga dengan pembelian tong sampah sebanyak itu, Jakarta bisa meniru Jerman. Jika Jakarta berhasil menerapkan, maka kemungkinan besar di daerah lain akan menyusul.